
Saya sudah berusia 30 tahun sebelum saya menyadarinya. Saya telah bermain game seluler sejak era Symbian. Sejujurnya, grafis game di ponsel kini semakin mempesona, namun saya selalu merasa ada sedikit rasa di masa lalu. Saya sedang melihat-lihat ponsel lama saya akhir-akhir ini, dan tiba-tiba saya teringat sebuah game lama bernama "War Chess World", yang dibuat oleh Shanghai Bantu Network dan berjalan sangat lancar di sistem 4.0. Saya tidak akan menyombongkannya, namun menurut saya, permainan ini bisa dikatakan sebagai warisan catur perang dalam negeri.
Mari kita bicara tentang plotnya dulu. Ini mengikuti jalur perebutan hegemoni di masa-masa sulit. Tidak ada perjalanan waktu imajiner atau keajaiban. Ini adalah pertarungan nyata antara pangeran untuk membagi kerajaan mereka dan merekrut pasukan. Anda memainkan peran kekuatan kecil yang perlahan-lahan berkembang dan merekrut jenderal dan konselor militer. Setiap karakter memiliki profesi dan kepribadiannya masing-masing, bukan pola wajah. Konflik antar senjata sangatlah khusus. Kavaleri dapat mengalahkan pemanah, pemanah dapat mengalahkan penombak, penombak dapat mengalahkan kavaleri, serta ahli strategi dan perawat basah. Anda benar-benar perlu menggunakan otak Anda untuk mengatur pasukan di medan perang. Anda tidak bisa menang hanya dengan menumpuk angka tanpa berpikir. Saya ingat suatu kali bertempur dalam pertempuran pertahanan kota. Pemanah lawan bersikap merendahkan. Saya memaksakan diri untuk menyelinap dan menyerang sebelum saya bisa kembali. Rasa pencapaiannya bahkan lebih baik daripada menggambar kartu dan mengirimkan barang sekarang.
Skala medan perangnya juga besar. Ini bukan papan catur kecil, tapi peta dengan kedalaman yang nyata. Beberapa level membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk diselesaikan. Sistem perlengkapannya juga cukup kaya dan bisa diupgrade, namun tidak memerlukan biaya, karena model pengisian game pada saat itu adalah 0 yuan, dan murni berdasarkan cinta. Sejujurnya, banyak game Flag of War yang ada di pasaran saat ini di bawah bendera "strategi" telah menjadi otomatis. Saat itu, kami memindahkan kotak satu per satu secara manual, dan memulai dari awal ketika kami mati, tapi kami memainkannya dengan penuh semangat.
Kadang-kadang saya rindu masa ketika layar ponsel hanya berukuran 3,5 inci dan tombol virtual digunakan untuk bernavigasi. Meskipun grafisnya tidak sebagus mahakarya 3D saat ini, pendalaman dan kedalaman strategisnya benar-benar tak tertandingi oleh banyak game saat ini. Jika Anda juga merindukan gameplay catur perang hard-core di masa lalu, carilah kesempatan untuk mengulas "War Chess World", mungkin Anda bisa menemukan niat awal yang hilang. 😌