
Saya masih ingat hari-hari lebih dari sepuluh tahun yang lalu ketika saya bersembunyi di balik selimut dengan GBA lama saya dan memainkan "Trunik Adventures" sepanjang malam. Pada saat itu, permainan bawah tanah tidak disebut Roguelike, kami menyebutnya "labirin acak". Setiap kali saya memasuki gua, saya merasa gugup. Mengambil pedang berkarat bisa membuatku bahagia untuk waktu yang lama. Sekarang setelah saya melihat nama "Wonderland Town", awalnya saya mengira itu adalah game seluler yang dapat ditukarkan dengan uang, tetapi setelah memainkannya selama beberapa jam, masa muda saya kembali! 😭
Mari kita kembali ke perbandingan serius. Game penjara bawah tanah klasik, seperti "The Wind Comes to Xilin" di PSP, gameplaynya murni tentang menggiling level, mengambil alat peraga, melawan monster, dan memulai kembali jika Anda mati. Gaya lukisannya gaya piksel, musiknya 8bit, dan ritmenya sangat lambat tetapi sekarang terlihat sangat menarik. Perbedaan terbesar dari "Wonderland Town" adalah ia mengintegrasikan Roguelike dengan manajemen simulasi dan catur otomatis. Awalnya saya pikir monster jahitan ini pasti terlihat sangat berbeda, tapi saya tidak menyangka akan jauh berbeda.
Pertama-tama, dari segi gameplay, dungeon klasik adalah pahlawan pemain tunggal, tetapi di "Wonderland Town" Anda harus merekrut petualang dari berbagai profesi, yang mirip dengan pembentukan tim GBA "Advanced Warfare". Secara otomatis berpindah posisi dan secara otomatis melepaskan keterampilan selama pertempuran. Meski kurang terasa pengoperasiannya secara manual, untungnya kedalaman strategisnya masih ada. Saat saya dulu bermain "Final Fantasy: Chocobo Labyrinth" di NDS, saya juga harus mencocokkan profesi, tapi di sini saya sebenarnya bisa menemukan "sensasi pencocokan tim" yang penuh nostalgia. 👍
Kedua, elemen bisnis jarang ada di konsol genggam saat itu. Saya ingat hanya ada sedikit game di GBA yang menggabungkan "Harvest Story" dengan ruang bawah tanah, tetapi "Wonderland Town" sebenarnya membuat loop tertutup antara pembangunan kota, pengembangan petualang, dan pembunuhan monster. Setelah pertempuran, saya kembali ke kota untuk membangun gedung dan bertani. Saya benar-benar merasa seperti "setelah melawan monster dan pulang ke pertanian" - perasaan ini terakhir kali saya alami ketika saya menjadi hunter di PSP "Pocket Edition 2G", tapi saat itu saya sedang memanggang dan membuat peralatan, di sini saya menanam sayuran dan membangun rumah 😂
Mari kita bicara tentang gaya lukisannya. Gaya piksel ruang bawah tanah klasik sekarang tampak seperti seni, tetapi pemain baru mungkin berkecil hati. "Wonderland Town" lebih merupakan fantasi dua dimensi, dengan karakter yang sangat indah dan efek khusus yang menawan. Meski kurang bernuansa permainan lama, namun lebih sesuai dengan estetika modern. Membuka emulator Android berjalan lancar, dan pemetaan kunci tidak terlalu merepotkan dibandingkan emulator PSP. Benar saja, platformnya telah berubah dan pengalamannya pun berubah.
Terakhir, model berbayar gratis dan dipuji! Dulu saya sangat gugup saat memainkan kaset bajakan, namun kini saya puas bisa memainkan game yang dibuat dengan cermat tersebut melalui situs resminya. Namun, perlu diingat bahwa menggambar karakter di game seluler mungkin mengingatkan Anda akan keinginan untuk membeli Goldfinger. Disarankan untuk bermain sebagai seorang Buddhis.
Disarankan agar semua penggemar nostalgia mencobanya, terutama mereka yang telah tersiksa oleh "Labirin Misterius" hingga ponselnya rusak. Kali ini Anda bisa menanam sayuran di kota kecil untuk menyehatkan hati dan memulihkan darah, dan Anda tidak lagi takut mati. 😄
(Penjara bawah tanah GBA asli: Jika Anda mati, semua peralatan akan hilang; Kota Negeri Ajaib: Jika Anda mati, petualang akan kembali ke kota untuk beristirahat dan melanjutkan - ini saja sudah membuat Anda menangis!)