图片
Anak muda masa kini mungkin belum pernah melihat "Tiga Kerajaan" di Famicom. Bentuk pikselnya bergerak seperti slide, tapi saya terkejut bisa memainkan permainan Chibi Battle dengan teman sekelas saya dalam waktu sepuluh menit antar kelas. Tidak ada "gameplay kaisar yang sebenarnya" pada saat itu. Itu hanya untuk memilih seorang raja, dan kemudian melihat beberapa kata persegi di layar untuk mewakili ribuan pasukan. Jika Anda menang, Anda harus mengarang gambaran itu dalam pikiran Anda sendiri.
Apa hasilnya sekarang? Begitu Anda masuk ke dalam game "Young Three Kingdoms", game tersebut penuh dengan pemodelan 3D, semua kota dilengkapi dengan efek cahaya dan bayangan, dan karakter memiliki akting suara. Sejujurnya, saya sempat tertegun sejenak saat pertama kali membukanya. Saya berpikir, ini bukan permainan. Apakah ini serial TV? 😅
Sebagai barang antik tua seperti saya, permainan Tiga Kerajaan yang saya mainkan mungkin bisa membuka museum. Dari FC ke arcade, dari PC yang berdiri sendiri ke game online, dan kini ke game seluler, perubahan terbesar bukanlah grafisnya, melainkan ritmenya. Saya biasa memainkan "Legenda Pahlawan Tiga Kerajaan" dan saya terjebak pada satu level selama seminggu. Saya harus menggambar peta, mengingat gerakannya, dan menghitung konflik antar lengan. Sekarang "Tiga Kerajaan Muda" bisa langsung ditingkatkan ke level 100 di server baru. Masuk untuk mendapatkan peralatan lengkap, dan kekuatan tempur dapat segera ditingkatkan.
Beberapa orang mungkin menganggap ini makanan yang terlalu cepat saji, tapi menurut saya ini cukup enak. Lagi pula, di mana kita punya banyak waktu sekarang? Saat Anda memancing di tempat kerja, Anda dapat mengklik dua kali, dan ketika Anda pulang kerja, Anda dapat berbaring di sofa dan bermain lagi. Anda tidak perlu khawatir mengerjakan pekerjaan rumah seperti yang Anda lakukan saat itu. Selain itu, kedalaman strategisnya belum hilang. Kombinasi pasukan, kombinasi skill, dan urutan pengepungan semuanya harus digunakan dengan bijak jika ingin memainkan pertarungan yang indah.
Yang paling mengesankan bagi saya adalah perubahan model pengisian daya. Dulu, membeli kaset membutuhkan biaya puluhan yuan. Itu adalah "sistem pembelian" yang nyata, dan Anda dapat terus bermain sampai mesinnya rusak. Kemudian, dengan munculnya game online, kartu klik diberi batas waktu dan kartu bulanan dibayar setiap bulan. Saat ini, sebagian besar game seluler gratis, tetapi ada berbagai macam poin emas. "Tiga Kerajaan Muda" cukup jujur. Dikatakan gratis? Sebenarnya saya tahu pasti ada pembelian dalam aplikasi, tapi setidaknya pihak promosi berani menulis ini, yang menunjukkan cukup bersahabat dengan pemain zero-Krypton. Tidak seperti beberapa permainan, Anda bahkan tidak bisa keluar dari desa pemula tanpa mengisi ulang uang.
Ngomong-ngomong, ada juga gameplay "perekrutan staf" di dalam game, yang mengingatkan saya saat saya bermain "Romance of the Three Kingdoms 11". Untuk merekrut Zhuge Liang, saya membaca SL Dafa lebih dari 20 kali. Meskipun sekarang ada peluang untuk merekrut staf di "Tiga Kerajaan Muda", setidaknya Anda tidak perlu me-restart ponsel Anda berulang kali. Teknologi mengubah hidup, saudara. 🤣
Singkatnya, dari mesin merah putih hingga ponsel, dari layar hitam putih hingga layar retina, dari memutar kaset selama setengah tahun hingga mengupdate beberapa kali sehari, industri ini ibarat sejarah Tiga Kerajaan itu sendiri, yang mengalami pasang surut. Namun satu hal tetap sama: kami para pemain selalu bersedia menjadi pahlawan dalam permainan. Baik Anda menggunakan joystick atau layar sentuh, baik gambar piksel maupun 4K, semangat "bertarung berdampingan dengan saudara" akan selalu ada.
Oke, saya akan mengunduh "Young Three Kingdoms" untuk menikmati musim baru. Jika kalian teman lama ingin bermain bersama, ingatlah untuk menambahkan ID saya: Sopir lama, bimbing saya. Sampai jumpa di dunia Tiga Kerajaan! 🚀