
Sejujurnya, saya menyelesaikan "Rumah Tua di Desa 2: Rumah Sakit Terbengkalai" pada tengah malam tadi, dan saya merasa agak campur aduk. 😔
Mari kita bicara tentang game itu sendiri terlebih dahulu. Sebagai pemain lama yang pernah bermain di era Saipan, saya sangat menyukai permainan puzzle single-player tradisional semacam ini. Plot game ini melanjutkan suasana aneh dari game pertama, dan proses dekripsinya dirancang dengan sangat solid. Tidak ada solusi yang canggung demi kesulitan, dan logikanya pada dasarnya konsisten. Meskipun gambarnya tidak sebagus game 3A dari pabrikan besar, namun lebih baik karena suasana yang diciptakan dengan baik. Detail kerlap-kerlip lampu di koridor rumah sakit, ditambah dengan efek suara, memang agak sulit dimainkan di tengah malam. 🌃
Yang paling mengesankan bagi saya adalah model pengisian dayanya: 0 yuan, tidak ada pembelian dalam aplikasi, sepenuhnya berdiri sendiri. Tidak menyombongkan diri, model ini hanyalah fosil hidup yang ada di pasaran saat ini. 😓
Jadi kita harus berbicara tentang tren perkembangan game mobile dalam beberapa tahun terakhir. Saya ingat lebih dari sepuluh tahun yang lalu, game mobile di era Saipan masih bersifat buy-out. Anda dapat membeli versi lengkap dengan harga beberapa yuan atau selusin yuan untuk dimainkan. Saat itu, "Deep Sea Fishing" dan "Proud Eagle" sama-sama klasik. Belakangan, ponsel pintar menjadi lebih populer, dan orang-orang mulai menawarkan unduhan gratis + pembelian dalam aplikasi. Awalnya baik-baik saja, dan paling banyak hanya paket hadiah skin atau level. Belakangan, entah kapan, mobile game menjadi dunia "menggambar kartu untuk meningkatkan nilai". Buka saja peringkat 50 besar, dan 90% di antaranya adalah peternakan babi emas kripton. 😤
Kemunculan "Rumah Tua di Desa 2" merupakan sinyal yang tidak terduga. Pengembang Kesheng Network berani membuat teka-teki horor semacam ini yang murni berdiri sendiri dan tidak memiliki pembelian dalam aplikasi. Dalam lingkungan saat ini di mana "setiap game seluler harus mendesain kartu bulanan dan kartu mingguan", ini sungguh menyegarkan. Sejujurnya, ini mengingatkan saya pada gelombang game indie di tahun-tahun awal platform konsol. Pasar game seluler sebenarnya mengikuti jalur lama ini: ketika rutinitas emas krypton sudah usang dan pemain mulai bosan dengan estetika, yang langka adalah karya-karya yang kembali ke esensi permainan - plot bagus, level bagus, suasana bagus, yang tidak mengharuskan Anda untuk check-in online setiap hari, tidak perlu mempertimbangkan peringkat kekuatan tempur, dan bermain dengan tenang selama beberapa jam, dan endingnya harus berakhir. Ini sebenarnya adalah tampilan awal dari game ini. 😌
Ada tren menarik di industri ini. Tahun lalu, tingkat retensi pengguna dari sebuah produsen besar menurun selama tiga kuartal berturut-turut dalam laporan keuangannya, sementara game seluler pemain tunggal yang dibeli oleh beberapa tim kecil dan menengah menjadi sangat populer. Misalnya saja serial "Paper Wedding Dress", serial "Labyrinth", termasuk "Mountain Village Old House" ini, semuanya menggambarkan sebuah tren: pemain game mobile sedang terpecah belah. Beberapa orang terus berkubang dalam rawa uang dan hati, tetapi orang lain mulai kembali ke "konsumsi konten" itu sendiri - Saya bersedia mengeluarkan 30 yuan untuk membeli cerita bagus yang lengkap, tetapi saya tidak bersedia menghabiskan 3.000 yuan untuk membuka kumpulan kartu tanpa jaminan. 🎮
Sejujurnya, tren ini merupakan hal yang baik bagi para pemain veteran. Dulu kita hanya bisa memainkan GBA atau PC porting di emulator, namun kini akhirnya ada tim dalam negeri yang mau mendalami ke arah tersebut. Meskipun "Rumah Tua di Desa 2" masih memiliki beberapa kekurangan, seperti prosesnya yang terlalu singkat dan beberapa petunjuk teka-teki tidak cukup jelas, karena gratis dan tidak ada pembelian dalam aplikasi, orang tua seperti saya bersedia memberikan ulasan yang bagus. 🙏
Terakhir, beberapa kata nostalgia: Ketika saya memainkan "Resident Evil 4" versi Java di Nokia 6300 lebih dari sepuluh tahun yang lalu, saya tidak pernah berpikir bahwa suatu hari ponsel akan menjadi seperti sekarang, dengan fungsi yang semakin kuat dan gameplay yang semakin bermanfaat. Saya sangat berharap akan ada lebih banyak lagi karya seperti "The Old House 2", sehingga mobile game bisa menjadi "game" daripada "sistem komersial" lagi. 😊
(Di atas murni pendapat pribadi, mohon jangan mengkritik jika tidak suka)