图片
Saya masih ingat ketika saya masih kecil, saya akan mengambil uang saku saya dan diam-diam berlari ke kantin di gerbang sekolah untuk mengambil kaset GBA bajakan dengan sampul yang mencolok. Saat itu saya belum tahu menahu tentang game asli dan bajakan. Saya hanya tahu bahwa “64-in-1” dan “128-in-1” tercetak pada kartrid, yang menurut saya luar biasa. Namun, ketika saya membukanya, semuanya adalah game yang di-reskin, dan saya bahkan tidak dapat menyimpan file simpanannya. Tapi kaset semacam itu bahkan tidak memiliki buku manual dan baterainya sering kehabisan daya. Itu tetap bersama kami sepanjang musim panas.
Baru-baru ini, saya menelusuri Tap dan menemukan game seluler bernama "Pahlawan Harap Hormati Diri Sendiri". Ketika saya melihat pendahuluannya, itu mengingatkan saya pada saat saya memainkan kartrid RPG bajakan. Tutup telepon dan keluarkan monster, kumpulkan peralatan, dan tingkatkan pahlawan. Bukankah ini versi sederhana dari "Zelda Shrinking Cap" atau "Golden Sun" yang diputar di GBA saat itu? Meskipun kualitas gambar game seluler sekarang jauh lebih tinggi, dan pengoperasiannya disederhanakan hingga idle, "perasaan detak jantung instan saat peralatan terjatuh" tetap sama. Dan sebenarnya ada pertarungan BOSS manual, manual! Bukankah ini obsesi yang sama dengan yang tertulis "Ultimate BOSS" di kaset saat itu, tapi tidak pernah bisa dikalahkan karena file simpanannya hilang? 😤
Game ini gratis tanpa pembelian dalam aplikasi, dan pengembangnya, Nanjing Moye Network, cukup jujur. Saat bermain game seluler, saya kadang-kadang memikirkan plot yang kacau dan efek suara yang salah tempat di kaset bajakan di masa lalu, tetapi kegembiraan yang murni bahkan lebih berharga. Saudaraku bisa mencobanya bila ada waktu, buat saja arsip untuk remaja.