
Halo saudara-saudara, saya adalah pemain lama yang sampai sekarang masih bermain di konsol merah putih. Saya membuka toko aplikasi hari ini dan melihat "Raja Dewa Tua" ini. Ya Tuhan, versi 4.0. Ukurannya bisa mencapai beberapa gigabyte. Dua puluh tahun yang lalu, kaset NES hanya berharga 64K, dan Anda dapat memutarnya sepanjang musim panas tanpa merasa bosan. Sekarang lebih baik. Jika saya memasang game di ponsel saya, ibu saya akan mengira saya sedang menyimpan film. 😂
Grafik game ini sungguh luar biasa, dengan kualitas gambar setingkat film dan penerbangan bebas 360 derajat, seperti CG di "Final Fantasy 7" saat itu. Tapi sejujurnya, saya bermain berjam-jam, mengupgrade, berganti pekerjaan, menangkap monster mitos, dan bertarung dengan geng, tapi hati saya selalu merasa hampa. Saya ingat ketika saya memainkan "Dragon Quest", teksnya semua teks kecebong. Saya bermain sepanjang malam dengan mengandalkan gerak tubuh dan buku panduan. Itu disebut pencelupan. Kini game ini telah mengatur segalanya untuk Anda, termasuk pencarian jalur otomatis, pertarungan otomatis, dan penyerahan tugas otomatis. Apakah saya hanya perlu bertanggung jawab mengklik "Berikutnya"? 🤔
Saya tidak mengatakan game ini buruk, lagipula, penulis asli Jing Wuhen merekomendasikannya, dan plotnya harus solid. Namun rasa terkejut "Wow, saya menemukan dunia baru" semakin berkurang. Mungkin kita semakin tua, atau mungkin permainannya menjadi terlalu "besar", tetapi kesenangan yang paling murni telah hilang.
Jadi, anak muda, hargai momen ini ketika Anda masih bisa terkesima dengan sebuah permainan. Saya sudah tua, jadi sebaiknya saya menelusuri koleksi kaset GBC saya untuk menemukan kebahagiaan yang saya miliki saat itu. 😉
Bagaimana menurut anda? Apakah game seluler saat ini semakin mirip dengan jam waktu yang canggih?