图片
Awalnya saya hanya ingin bermain sebentar sebelum tidur, tapi ketika saya melihat ke atas, hari sudah subuh. Game ini benar-benar beracun, bukan jenis racun yang menakutkan, melainkan jenis racun teka-teki yang membuat Anda mau tidak mau terus mengklik. Namanya terdengar seperti permainan anak-anak, namun ternyata alur ceritanya justru berkaitan dengan wabah virus. Tadinya kupikir aku akan melawan monster permen, tapi ternyata aku sedang belajar bahasa kuno di museum... Sungguh tidak terduga.
Saat saya bermain, saya menyalakan lampu meja dan membuat secangkir teh panas. Satu-satunya suara di ruangan itu hanyalah suara keyboard dan suara latar lembut dari game. Ini sempurna untuk larut malam. Kecepatannya tidak cepat, dan teka-tekinya tidak membuat Anda terburu-buru. Pikirkan saja perlahan-lahan, dan jika Anda tidak dapat memahaminya, tatap saja layar dengan bingung, lalu coba lagi. Saya terjebak pada simbol kuno selama hampir empat puluh menit, dan hampir tertidur. Lalu tiba-tiba aku menyelesaikannya dengan sekilas inspirasi, dan aku merasa terjaga seolah-olah aku baru saja minum tiga cangkir kopi☕
Yang paling membuatku terkesan adalah dubbingnya. Suara Deborah Whitwick begitu lembut. Mendengarkannya dini hari, saya merasa seperti dibujuk untuk memainkan game tersebut. Ada juga detail elemen permen dalam adegan tersebut. Meski plotnya cukup serius, namun selalu ada dekorasi kecil yang lucu di sudut-sudutnya, seperti gagang pintu warna-warni dan tempat lilin berbentuk lolipop, yang membuat orang merasa senang.
Amway buat sobat yang juga suka begadang dan main game tenang, bisa banget dicoba. Tapi sebagai pengingat, jangan begadang lagi seperti saya. Haha, besok aku ada kelas pagi (oh, bukan hari ini)... Lupakan saja, aku akan kembali tidur dulu dan melanjutkan memecahkan teka-teki dalam mimpiku😴
Selamat malam, atau selamat pagi? Saya tidak tahu lagi. Burung hantu malam mundur! 🦉💤