图片
Saya masih ingat ketika saya masih di sekolah dasar, saya menabung uang sarapan saya dan berlari ke toko video game hanya untuk mencari kartu kuning. Saat itu saya belum tahu apa-apa tentang salinan asli dan bajakan. Saya hanya melihat sayuran berwarna-warni tergambar di kotak kemasannya. Kata bosnya, game itu bernama "Cooking Kingdom", yang mirip dengan game memasak di GBA. Saya membelinya dan membawanya pulang tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Saat saya mencolokkannya ke mesin, logo yang belum pernah saya lihat sebelumnya muncul di layar. Saya bisa memainkan gamenya, tetapi file simpanannya terus hilang😤
Kalau dipikir-pikir lagi, kaset bajakan itu sebenarnya adalah paket tiruan, dan sepertinya berisi beberapa demo game di dalamnya. Tapi aku sangat menikmatinya saat itu. Saya menggunakan ibu jari saya untuk menekan tombol A untuk memotong sayuran sambil menatap pria piksel yang sedang menggoreng di dalam panci. Saya bisa bermain sepanjang sore. Yang paling menyebalkan adalah ada celah di bagian belakang kaset. Terkadang tidak dapat dimasukkan pada tempatnya, dan Anda harus meniupnya dengan mulut untuk mengenali kartu tersebut. Haha, bau awet muda itu, saya masih terbayang sekarang ketika saya mencium bau plastik dari cartridge game.
Saya menemukan game seluler "Cooking Kingdom" di toko aplikasi hari ini. Awalnya saya hanya ingin bernostalgia, tetapi begitu saya memainkannya saya tidak bisa berhenti memainkannya! Ini masih merupakan ritme yang biasa dalam menyajikan makanan, meningkatkan, dan membuka toko baru, tetapi gambarannya telah berubah dari piksel ke definisi tinggi, dan para koki telah menjadi paman dan bibi dari seluruh dunia. Jari-jari berbunyi klik, spatula beterbangan, dan koin emas bergemerincing. Kegembiraan yang dipupuk sama persis dengan sebelumnya. Masa muda telah kembali🎮
Tentu saja masih ada perbedaan. Di masa lalu, kartrid bajakan sangat tersangkut sehingga membeku selama tiga detik saat memasak hidangan. Kini, game seluler semulus mentega. Restoran ini dulunya merupakan bungalo bobrok, namun kini dapat didekorasi dengan gaya Mediterania dan izakaya gaya Jepang. Yang paling menyentuh saya adalah saya tidak bisa menyimpan kasetnya saat itu, jadi saya harus memulai dari awal setiap kali saya mematikan komputer. Sekarang game mobilenya otomatis tersimpan, jadi aku tidak perlu khawatir ayahku mencabut listrik lagi haha😆
Faktanya, ketika saya sedang bermain "Cooking Kingdom", yang terpikir oleh saya hanyalah cangkang kaset yang sudah usang, dan malam ketika saya bergantian bermain dengan teman-teman saya, dan siapa pun yang mati digantikan. Kaset bajakan yang kami mainkan pada tahun-tahun itu mungkin bukan sesuatu yang mulia, namun kegembiraan murni itu nyata. Kini, menghidupkan kembali asyiknya menjalankan bisnis makanan di ponsel serasa bertemu kembali dengan teman lama.
Saya ingin mengatakan kepada rekan-rekan Pemburu Waktu, jika Anda juga memiliki kenangan tentang konsol genggam, kaset, dan bermain game secara diam-diam, Anda sebaiknya mencoba "Cooking Kingdom" dan membuka kembali restoran Anda sendiri di ujung jari Anda. Saat Anda mengklik permainan tersebut, Anda akan menemukan bahwa anak yang memegang GBA di atas karpet ruang tamu sebenarnya ada di hati Anda sepanjang waktu. 🍳🍚