图片
Saya teringat pada masa itu, belum ada ponsel pintar pada saat itu. Saya berjongkok di depan mesin merah putih dan bisa memainkan Contra sepanjang sore. Grafik 8-bitnya sangat memukau. Belakangan, permainan komputer keluar, dan dianggap sebagai mahakarya dengan kapasitas beberapa ratus MB. Game seperti Legend of Sword dan Fairy membuatku menangis dan membasahi tiga bungkus tisu. Tapi sekarang? Ada lusinan paket instalasi gigabyte di setiap kesempatan, dan kualitas gambarnya sungguh luar biasa, dengan ray tracing, 4K, dan 120 frame. Membuka game dan sekadar menonton animasi pembukanya seperti menonton film. Tapi saat saya bermain, hati saya selalu terasa hampa. 😮‍💨
Buka toko, dan layarnya penuh dengan "mahakarya epik", "dunia terbuka", dan "ribuan orang berbagi layar yang sama". Ya Tuhan, tutorial pemula saja memakan waktu beberapa jam, sama seperti mengikuti kelas online. Sebagai orang paruh baya, waktu kita sangat berharga. Saat kita pulang kerja, kita hanya ingin berbaring dan bersantai sejenak. Kami benar-benar tidak punya tenaga untuk mempelajari lusinan kombinasi skill dan ratusan jalur pencarian. Terus terang, saat permainan semakin besar, kesenangan menjadi encer, seperti semangkuk sup dengan terlalu banyak air, yang membuatnya tidak berasa.
Jadi ketika seorang teman menawari saya "Kultivasi Saku" Amway, saya menolak pada awalnya. Paket instalasinya sebesar telapak tangan. Saya ingin tahu apakah ini hanya permainan web yang menganggur? Tapi dia tidak tahan dan membual bahwa ini adalah "kembali ke alam". Menurut saya tidak apa-apa, download dan coba, pokoknya tidak memakan banyak ruang.
Begitu saya masuk, hei, benar-benar cocok! Game ini tidak memiliki pemboman panduan pemula yang berantakan, game ini langsung melemparkan Anda ke benua Cina dan menjadi biksu kecil yang bereinkarnasi. Anda dapat bermain apa pun yang Anda inginkan, apakah Anda ingin bergabung dengan sekte dan menjadi abadi, atau ingin berkeliling sebagai kultivator biasa, itu terserah Anda. Apa hal yang paling penting? Jangan khawatir, jangan khawatir! Sebagai gamer seperti saya, saya hanya ingin melihat alur ceritanya dan mengembangkan diri, sehingga penempatan game ini sangat nyaman. Saya dipanggil ke pertemuan di kelompok kerja, dan ketika saya mengunci ponsel saya, karakter saya sedang berlatih meditasi di sana. Ketika saya menyelesaikan pekerjaan saya, saya membukanya, dan energi spiritual saya melonjak, dan alam saya ditembus lagi. Sepertinya saya mengambilnya secara gratis, haha. 😄
Yang paling menyentuh saya adalah "rasa budidaya abadi" murni dalam game ini. Tidak ada pop-up isi ulang yang memenuhi layar, dan tidak ada efek khusus pedesaan yang berharga 999 per dolar. Keseluruhan suasananya adalah perasaan Buddhis tentang "ada tiga ribu jalan, dan setiap orang mengembangkan caranya sendiri." Menyaksikan karakter yang mempraktikkan ramuan dan berbagai bidang pengobatan di sekte tersebut, dan kadang-kadang pergi menjelajahi dunia rahasia, saya sepertinya telah kembali ke masa ketika saya menjaga komputer lama itu dan mengasah pedang untuk waktu yang lama untuk pedang kayu. Waktu tidak bisa memaafkan, tapi kecintaan saya yang paling polos terhadap game telah ditemukan dalam game kecil ini.
Bukan berarti produksi besar itu buruk, kemajuan teknologi adalah hal yang baik. Namun seperti biasa saya makan ikan besar dan daging besar, perut saya hanya terasa nyaman jika sesekali menyantap semangkuk bubur dan lauk pauk. Semangkuk bubur dalam "Budidaya Keabadian di Telapak Tangan" ini dimasak dengan tepat, tidak membakar mulut Anda dan tetap mengenyangkan. Anak muda mungkin tidak mengerti, tapi kita yang berasal dari era FC bermain dengan kebebasan seperti ini. Adik-adik yang ingin merasakan nikmatnya berkultivasi tapi tidak ingin terlalu capek, bisa banget dapatnya, gak rugi! Lagi pula, memiliki ikon kecil ini di ponsel Anda tidak akan memakan banyak ruang, bukan? 😎