Waktu itu belum ada smartphone, lampu asrama dimatikan, setiap orang punya senter, menyorot kartu tokoh jenderal sekecil kartu remi di lantai, sambil berteriak "Bunuh!" "Lindungi!" sampai kamar sebelah ikut mengetuk pintu. Kemudian muncul versi OL, sebuah komputer rusak pun bisa bertarung dengan teman online dari berbagai daerah, penguasa, pengkhianat, loyalis, satu set kartu bisa memberi nuansa drama istana, siapa pun yang memilih Diao Chan bisa digoda seluruh ruangan.
Sekarang usiaku sudah bertambah, tidak punya energi lagi bermain kartu fisik, tapi versi interaktif 三国杀 OL, aku malah memasangnya kembali. Lanjut main di ponsel, rasanya tetap sama! Pengoperasian lebih nyaman dari sebelumnya, antar muka juga bersih, yang terpenting, dulu teman-teman lama sekarang cukup berbaring di sofa sudah bisa bermain bersama, satu pesan suara WeChat: "Lao Sun, aku pengkhianat, cepat jadi loyalis!"
Kalau ditanya kenapa kecanduan, itu semua karena nostalgia yang manis. Dulu pertama kali mendapat "Huang Gai", strategi menyiksa diri membuat darah habis deras, teman tim memarahiku karena dianggap membuang-buang nyawa, tapi aku menembakkan crossbow satu kali mengenai tiga lawan, rasanya luar biasa! Sekarang main di ponsel, saat hoki tetap bisa tepuk paha sambil bersorak. Game ini, yang kita mainkan bukan hanya kartu, tapi juga persahabatan kami sejak dari konsol merah-putih sampai ponsel belum bubar.
Kalau kamu tanya apakah game ini layak dimainkan? Coba pikir, 三国杀 dengan IP yang sudah tua ini masih bertahan sampai sekarang, bahkan ada versi interaktif, itu berarti klasik yang tak lekang oleh waktu. Pemula main untuk keseruan, pemain lama main untuk strategi, kau tetap senior. Mau dua ronde? Aku jadi penguasa, kamu coba jadi pengkhianat dulu? 😏